Fungsi, Ragam, dan Laras Bahasa Indonesia

PENGERTIAN DAN FUNGSI BAHASA
 1.1. Pengertian Bahasa
Secara sederhana, bahasa dapat diartikan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati. Namun, lebih jauh bahasa bahasa adalah alat untuk beriteraksi atau alat untuk berkomunikasi, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan. Dalam studi sosiolinguistik, bahasa diartikan sebagai sebuah sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam dan manusiawi. Bahasa adalah sebuah sistem, artinya, bahasa dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan. Sistem bahasa berupa lambang-lambang bunyi, setiap lambang bahasa melambangkan sesuatu yang disebut makna atau konsep. Karena setiap lambang bunyi itu memiliki atau menyatakan suatu konsep atau makna, maka dapat disimpulkan bahwa setiap suatu ujaran bahasa memiliki makna. Contoh lambang bahasa yang berbunyi “nasi” melambangkan konsep atau makna ‘sesuatu yang biasa dimakan orang sebagai makanan pokok’.
 1.2. Fungsi-Fungsi Bahasa
Konsep bahasa adalah alat untuk menyampaikan pikiran. Bahasa adalah alat untuk beriteraksi atau alat untuk berkomunikasi, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan. Bagi sosiolinguistik konsep bahwa bahasa adalah alat atau berfungsi untuk menyampaikan pikiran dianggap terlalu sempit, sebab yang menjadi persoalan sosiolinguistik adalah “who speak what language to whom, when and to what end”. Oleh karena itu fungsi-fungsi bahasa dapat dilihat dari sudut penutur, pendengar, topic, kode dan amanat pembicaraan.
  • Fungsi Personal atau Pribadi
Dilihat dari sudut penutur, bahasa berfungsi personal. Maksudnya, si penutur menyatakan sikap terhadap apa yang dituturkannya. Si penutur bukan hanya mengungkapkan emosi lewat bahasa, tetapi juga memperlihatkan emosi itu sewaktu menyampaikan tuturannya. Dalam hal ini pihak pendengar juga dapat menduga apakah si penutur sedang sedih, marah atau gembira.
  • Fungsi Direktif
Dilihat dari sudut pendengar atau lawan bicara, bahasa berfungsi direktif, yaitu mengatuf tingkah laku pendengar. Di sini bahasa itu tidak hanya membuat si pendengar melakukan sesuatu, tetapi melakukan kegiatan yang sesuai dengan yang dikehendaki pembicara.
  • Fungsi Fatik
Bila dilihat segi kontak antara penutur dan pendengar, maka bahasa bersifat fatik. Artinya bahasa berfungsi menjalin hubungan, memelihara, memperlihatkan perasaan bersahabat atau solidaritas sosial. Ungkapan-ungkapan yang digunakan biasanya sudah berpola tetap, seperti pada waktu pamit, berjumpa atau menanyakan keadaan. Oleh karena itu, ungkapan-ungkapan ini tidak dapat diterjemahkan secara harfiah. Ungkapan-ungkapan fatik ini biasanya juga disertai dengan unsur paralinguistik, seperti senyuman, gelengan kepala, gerak gerik tangan, air muka atau kedipan mata. Ungkapan-ungkapan tersebut jika tidak disertai unsure paralinguistik tidak mempunyai makna.
  • Fungsi Referensial
Dilihat dari topik ujaran bahasa berfungsi referensial, yaitu berfungsi untuk membicarakan objek atau peristiwa yang ada disekeliling penutur atau yang ada dalam budaya pada umumnya. Fungsi referensial ini yang melahirkan paham tradisional bahwa bahasa itu adalah alat untuk menyatakan pikiran, untuk menyatakan bagaimana si penutur tentang dunia di sekelilingnya.
  • Fungsi Metalingual atau Metalinguistik
Dilihat dari segi kode yang digunakan, bahasa berfungsi metalingual atau metalinguistik. Artinya, bahasa itu digunakan untuk membicarakan bahasa itu sendiri. Biasanya bahasa digunakan untuk membicarakan masalah lain seperti ekonomi, pengetahuan dan lain-lain. Tetapi dalam fungsinya di sini bahasa itu digunakan untuk membicarakan atau menjelaskan bahasa. Hal ini dapat dilihat dalam proses pembelajaran bahasa di mana kaidah-kaidah bahasa dijelaskan dengan bahasa.
  • Fungsi Imajinatif
Jika dilihat dari segi amanat (message) yang disampaikan maka bahasa itu berfungsi imajinatif. Bahasa itu dapat digunakan untuk menyampaikan pikiran, gagasan dan perasaan; baik yang sebenarnya maupun yang hanya imajinasi (khayalan) saja. Fungsi imaginasi ini biasanya berupa karya seni (puisi, cerita, dongeng dan sebagainya) yang digunakan untuk kesenangan penutur maupun para pendengarnya.
 1.3. Pengaruh Bahasa Terhadap Perilaku Manusia
Manusia sebagai makhluk sosial tentunya harus dapat berinteraksi dengan manusia di sekitarnya, untuk dapat berinteraksi dengan makhluk sekitarnya diperlukan sarana atau media yang menunjangnya, komunikasi adalah salah satu sarana penunjang untuk berinterkasi dengan makhluk sekitar, Komunikasi itu dapat di bagi menjadi beberapa bagian , salah satunya dengan komunikasi lisan dengan media bahasa, bahasa dapat menunjukan identitas suatu bangsa.
Tak hanya lingkungan yang dapat mempengaruhi perilaku manusia bahasa juga mempunyai andil besar dalam perilaku manusia, Bahasa sendiri ternyata secara tidak langsung dapat mempengaruhi perilaku manusia, contohnya saja seseorang menceritakan tentang kisah hidup seorang usahawan yang sukses, maka orang yang mendengarnya akan menjadi termotivasi untuk menjadi sama seperti usahawan tersebut.
Bahasa sebagai alat ekspresi diri dan sebagai alat komunikasi sekaligus alat untuk menunjukkan identitas diri. Melalui bahasa, kita dapat menunjukkan sudut pandang kita, pemahaman kita atas suatu hal, asal usul bangsa dan negara kita, pendidikan kita, bahkan sifat kita. Bahasa menjadi cermin diri kita, baik sebagai bangsa maupun sebagai diri sendiri. Maka dari itu kita dituntut untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, karena bahasa Indonesia merupakan kepribadian bangsa Indonesia.
Penggunaan bahasa dengan baik menekankan aspek komunikatif bahasa. Hal itu berarti bahwa kita harus memperhatikan sasaran bahasa kita. Kita harus memperhatikan kepada siapa kita akan menyampaikan bahasa kita. Oleh sebab itu, unsur umur, pendidikan, agama, status sosial, lingkungan sosial, dan sudut pandang khalayak sasaran kita tidak boleh kita abaikan. Cara kita berbahasa kepada anak kecil dengan cara kita berbahasa kepada orang dewasa tentu berbeda. Penggunaan bahasa untuk lingkungan yang berpendidikan tinggi dan berpendidikan rendah tentu tidak dapat disamakan.
Bahasa yang benar berkaitan dengan aspek kaidah, yakni peraturan bahasa. Berkaitan dengan peraturan bahasa, ada empat hal yang harus diperhatikan, yaitu masalah tata bahasa, pilihan kata, tanda baca, dan ejaan. Pengetahuan atas tata bahasa dan pilihan kata, harus dimiliki dalam penggunaan bahasa lisan dan tulis. Pengetahuan atas tanda baca dan ejaan harus dimiliki dalam penggunaan bahasa tulis. Tanpa pengetahuan tata bahasa yang memadai, kita akan mengalami kesulitan dalam bermain dengan bahasa.
Namun, kita tidak usah takut jika kita menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam pergaulan kita, maka kita akan terkesan aneh bahkan mungkin ditertawakan oleh mereka. Justru, dari sinilah kita mulai mengajarkan kepada mereka bahwa kita harus bangga menggunakan bahasa Indonesia, seperti negara-negara lainnya. Sehingga nantinya akan terbentuk komunikasi yang ilmiah. Komunikasi yang ilmiah adalah komunikasi yang bersifat pengetahuan, baik itu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari maupun pengetahuan dalam hal yang formal. Dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, maka maksud yang akan kita sampaikan kepada seseorang akan semakin jelas ditangkap oleh mereka. Karena bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan yang bisa diterima dimanapun.
Dari penjelasan diatas dapat di simpulkan bahwa bahasa sangat berperan penting dalam mempengaruhi perilaku manusia, bila seseorang menggunakan bahasa baik dan benar, maka perilaku seseorang itu baik dan bila seseorang mempunyai bahasa yang kasar maka dapat di pastikan perilakunya kurang baik, tapi itu bagaimana kita menyikapi seseorang itu, sebab bahasa itu makanan otak kenapa dapat dikatakan demikian karena hal hal diatas, bila seseorang berbahasa dengan baik maka dia mudah bergaul dan dari pergaulan itu seseorang dapat bertemu orang yang baik juga, dan bukan tidak mungkin dengan bahasa yang baik kita dapat mendapatkan ilmu baru dari orang di sekitar kita, berbahasalah dengan baik.

RAGAM DAN LARAS BAHASA

2.1. Pengertian Ragam dan Laras Bahasa
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara (Bachman, 1990). Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik (mempunyai prestise tinggi), yang biasa digunakan di kalangan terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), di dalam suasana resmi, atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi.
Laras bahasa adalah ragam bahasa yang digunakan untuk suatu tujuan atau pada konteks sosial tertentu. Banyak sekali laras bahasa yang dapat diidentifikasi tanpa batasan yang jelas di antara mereka. Laras dan ragam bahasa merupakan suatu kesatuan dalam kehidupan sehari-hari, jika kita menggunakan laras dan ragam bahasa yang baik dan benar, maka orang akan mengerti, contoh, jika kita berbicara dengan orang yang lebih tua dengan bahasa yang sopan, namun laras yang digunakan tidak baik, maka tutur bahasanya pun akan berantakan. jadi kita harus bisa memadukan dengan baik laras dan ragam bahasa yang baik dan benar.
2.2. Contoh Ragam dan Laras Bahasa Di Lingkungan Sekitar
Penggunaan kata sapaan dan kata ganti merupakan ciri pembeda ragam standar dan ragam nonstandar yang sangat menonjol. Kepada orang yang kita hormati, kita akan cenderung menyapa dengan menggunakan kata Bapak, Ibu, Saudara, Anda. Jika kita menyebut diri kita, dalam ragam standar kita akan menggunakan kata saya atau aku. Dalam ragam nonstandar, kita akan menggunakan kata gue. Penggunaan kata tertentu merupakan ciri lain yang sangat menandai perbedaan ragam standar dan ragam nonstandar. Dalam ragam standar, digunakan 6 kata-kata yang merupakan bentuk baku atau istilah dan bidang ilmu tertentu. Penggunaan imbuhan adalah ciri lain. Dalam ragam standar kita harus menggunakan imbuhan secara jelas dan teliti. Penggunaan kata sambung (konjungsi) dan kata depan (preposisi) merupakan ciri pembeda lain. Dalam ragam nonstandar, sering kali kata sambung dan kata depan dihilangkan. Kadang kala, kenyataan ini mengganggu kejelasan kalimat.
Contoh (1)
a) Ibu mengatakan, kita akan pergi besok
b) Ibu mengatakan bahwa kita akan pergi besok
Pada contoh 1 merupakan ragam semi standar dan diperbaiki contoh (1a)  yang merupakan ragam standar.
Contoh (2)
a) Mereka bekerja keras menyelesaikan pekerjaan itu.
b) Mereka bekerja keras untuk menyelesaikan pekerjaan itu.
Kalimat (1) kehilangan kata sambung (bahwa), sedangkan kalimat (2) kehilangan kata depan (untuk). Dalam laras jurnalistik kedua kata ini sering dihilangkan. Hal ini menunjukkan bahwa laras jurnalistik termasuk ragam semi standar. Kelengkapan fungsi merupakan ciri terakhir yang membedakan ragam standar dan nonstandar. Artinya, ada bagian dalam kalimat yang dihilangkan karena situasi sudah dianggap cukup mendukung pengertian. Dalam kalimat-kalimat yang nonstandar itu, predikat kalimat dihilangkan. Seringkali pelesapan fungsi terjadi jika kita menjawab pertanyaan orang. Misalnya, Hai, Ida, mau ke mana?” “Pulang.” Sering kali juga kita menjawab “Tau.” untuk menyatakan ‘tidak tahu’. Sebenarnya, pëmbedaan lain, yang juga muncul, tetapi tidak disebutkan di atas adalah Intonasi. Masalahnya, pembeda intonasi ini hanya ditemukan dalam ragam lisan dan tidak terwujud dalam ragam tulis.
Referensi :

Perkembangan Pengertian dan Perbedaan LCD LED Plasma Proyektor DLP, LCD, dan LCoS

Perkembangan, Pengertian dan Perbedaan
Monitor LCD (Liquid Crystal Displays), LED (Light Emitting Diode), Plasma
Projector LCD (Liquid Crystal Displays), DLP (Digital Light Processing),

dan LcoS (Liquid Crystal on Silicone)

Monitor komputer adalah salah satu jenis soft-copy device, karena keluarannya adalah berupa sinyal elektronik, dalam hal ini berupa gambar yang tampil di layar monitor. Gambar yang tampil adalah hasil pemrosesan data ataupun informasi masukan. Monitor memiliki berbagai ukuran layar seperti layaknya sebuah televisi. Tiap merek dan ukuran monitor memiliki tingkat resolusi yang berbeda. Resolusi ini lah yang akan menentukan ketajaman gambar yang dapat ditampilkan pada layar monitor. Jenis-jenis monitor saat ini sudah sangat beragam, mulai dari bentuk yang besar dengan layar cembung, sampai dengan bentuk yang tipis dengan layar datar (flat).


Monitor LCD (Liquid Crystal Display)

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhl9o4VOHja_tYbv_M-s6LMlCHRDdqO5R9uU2u7ZsoeUZ2imVq2kBfOfpohEctSGys_hSNUmlEIlW5tVfDGXO1lIh9v7qR1g9YQsVNJUk5gWlmRNn9Fh9P0DbYevLpTIIMytdczzfG455g/s320/lcd-monitor.jpg
Monitor LCD (Liquid Crystal Display) adalah monitor yang di susun dengan menggunkan 'cairan cristal', sehingga menjadi bentuk yang ramping, dan memberikan efek pada display yaitu lebih banyak warna di bandingkan dengan monitor jadul (CRT). Cara kerja monitor LCD yakni kristal cair di dalamnya disusun seperti sandwich antara potongan kaca terpolarisasi. Lampu neon dibelakang panel memancarkan cahaya yang melewati substrat pertama. Muatan listrik membuat sel-sel kristal menyelaraskan nada yang berbeda memungkinkan cahaya untuk lulus melalui substrat kedua. Hasilnya adalah warna yang menakjubkan yang ditampilkan pada layar, jadi tidak ada tabung katoda, tidak ada lagi radiasi, tidak ada lebih banyak kepala atau sakit mata.
Kelebihan Monitor LCD 
Kualitas gambar lebih jernih dan tajam dari monitor CRT
Sinar yang dipancarkan oleh LCD tidak melelahkan mata
Konsumsi listrik lebih hemat
Kekurangan Monitor LCD 
Layar LCD cenderung lebih sensitif
Viewing angle terbatas, colour depth terbatas dan gradasi warna kurang
Tampilan gambar baik hanya di resolusi native-nya
Response time dan ghosting
Harga lebih mahal, perlu perawatan ekstra hati-hati dan dead pixel


Monitor LED (Light Emitting Diode)

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIGmuvhm0WLGWE1Fs9TpAjrRYSdcCNJKHZwkvA9ZG-br1Wk-8xZumtwuLsht84ECFu2JHMvd756ypdsKKH_ipCEP79iOgw7RmAYicL2QIe342Bg7zlUFpekMs2fzBQHN784gpb7romJtA/s320/Led-monitor.jpg
Monitor LED (Light Emitting Diode) memiliki teknologi yang sama dengan LCD dengan pengembangan lebih lanjut dari LCD yang memiliki efek display peningkatkan pada warna yang ditampilkan yaitu lebih banyak variasi warnanya. Karena penggunaan Light Emitting Diode sebagai back-sumber cahaya, dari sebelumnya monitor LCD menggunakan CCFL (Cold Cathode Fluorescent Lamp) sebagai sumber cahaya di belakang. Pada beberapa tipe LED memiliki fungsi dan fitur yang lebih lengkap dibandingkan LCD, seperti kemampuan digital touch screen, Digital TV internet, Digital TV tuner. Monitor LED mampu menghemat konsumsi listrik hingga 40 – 70% dibandingkan dengan LCD dengan kemampuan menghasilkan gambar yang sangat tajam.
Kelebihan Monitor LED 
Kontras gambar yang sangat tajam hingga jutaan pixels
Konsumsi listrik yang lebih hemat dibandingkan dengan LCD
Usia pemakaian LED lebih pajang
Ukuran yang lebih slim lebih ringan dari pada LCD
Pencahayaan lebih baik dibandingkan LCD

Kekurangan Monitor LED 
Harga lebih mahal dibandingkan LCD
Layar LED yang lebih tipis cenderung lebih sensitif



Monitor Plasma 
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-xiP5S2ZiJvFs4qNF9fOQ3J43nwxiGBf5Tzc3KyHHLEt9ml7mgY82gLNc4y9tMrx3IlObIJV1jHhoo6oOQ06QFr8EXlgRPVsMVVyDlHH4Dz31M78zxuNZ_ZP8BXxHFhlw6oA4ltI9ejo/s320/monitor-plasma.jpg

Monitor Plasma merupakan jenis monitor yang menggabungkan teknologi CRT dengan LCD. Dengan teknologi yang dihasilkan, mampu membuat layar dengan ketipisan menyerupai LCD dan sudut pandang yang dapat selebar CRT. Plasma adalah sebuah layar datar emisif dimana cahaya dihasilkan oleh fosfor yang tereksitasi oleh sebuah pelepasan muatan plasma antara dua layar datar. Gas yang dilepaskn tidak melepaskan merkuri. Monitor plasma (Panel Display Plasma) menggunakan warna penuh panel datar fosfor untuk menampilkan gambar-gambar, sehingga kombinasi dan reproduksi warnanya yang dihasilkan sangat baik dan interaktif. Meskipun demikian masih jarang yang menggunakan Monitor Plasma karena harganya yang cukup tinggi.


Kelebihan Monitor Plasma 
Display plasma hampir menyerupai kemampuan monitor CRT, dengan contrast ratio tinggi (10.000 : 1)
Reproduksi warna sangat baik dan level black rendah
Hampir tidak ada reponse time dan sudut pandang (viewing angle) sangat baik
Bentuk ramping

Kelemahan Monitor Plasma 
Harga relatif mahal
Memiliki ukuran pixel pitch yang besar
Memiliki bobot yang sangat besar
Konsumsi daya dan operasional suhu yang tinggi
Cell plasma untuk perwakilan tiap pixel gambar hanya memiliki fungsi on/off sehingga reproduksi warna jauh lebih terbatasi dibandingkan tipe CRT ataupun LCD








Proyektor
Proyektor adalah sebuah alat untuk membuat proyeksi. Biasanya digunakan sebagai alat bantu dalam kegiatan pembelajaran, perkantoran, maupun sebagai sarana entertaintment. Dalam kegiatan pembelajaran dan perkantoran sering digunakan sebagai sarana presentasi (memproyeksikan atau memperbesar bahan presentasi dari laptop atau personal computer ke layar/screen). Untuk media hiburan, proyektor biasanya digunakan untuk nonton bareng (nobar) dalam rangka piala dunia, melihat film, atau yang paling hangat dalam ingatan adalah menayangkan pernikahan Ibas-Aliya di lapangan supaya dapat disaksikan banyak orang. Fungsi dari proyektor adalah untuk memperbesar gambar sehingga dapat terlihat jelas pada layar yang disediakan.


Proyektor LCD
Bekerja berdasarkan prinsip pembiasan cahaya yang dihasilkan oleh panel-panel LCD. Panel ini dibuat terpisah berdasarkan warna-warna dasar, merah, hijau dan biru (R-G-B). Sehingga terdapat tiga panel LCD dalam sebuah proyektor. Warna gambar yang dikeluarkan oleh proyektor merupakan hasil pembiasan dari panel-panel LCD tersebut yang telah disatukan oleh sebuah prisma khusus. Gambar yang telah disatukan tersebut kemudian dilewatkan melalui lensa dan di”jatuh”kan pada layar sehingga dapat dilihat sebagai gambar utuh. Gambar yang dihasilkan proyektor LCD memiliki kedalaman warna yang baik karena warna yang dihasilkan olah panel LCD langsung dibiaskan lensa ke layar. Selain itu gambar pada proyektor LCD juga lebih tajam dibandingkan dengan hasil gambar proyektor DLP. Kelebihan lain dari LCD adalah penggunaan cahaya yang lebih efisien sehingga dapat memproduksi “ansi lumens” yang lebih tinggi dibandingkan proyektor dengan teknologi DLP. Sedangkan kelemahan teknologi LCD adalah besar piksel yang terlihat jelas di gambar. Ini yang menyebabkan teknologi LCD kurang cocok untuk memutar film karena akan terasa seperti melihat film dari balik mata yang terhalang “selaput katarak”. 






Proyektor LCD: 
Description: http://pgrisumbersari.files.wordpress.com/2012/01/proyektor_lcd.jpg

Kelebihan :
Bisa sangat terang bahkan dalam aplikasi home theater.
Model definisi tinggi yang benar adalah yang paling mahal dari setiap teknologi dengan model 720p mulai di bawah $ 2k.
Saturasi warna yang bagus.
Model Home theater biasanya kaya fitur.
1.000 lumen dan model yang lebih rendah biasanya akan memiliki lampu tahan lama.
Kekurangan :
Dead pixel umum.
Rasio kontras yang lebih rendah dibandingkan pada proyektor DLP ™.
Detil bayangan dan tingkat hitam absolut jatuh pendek dari DLP ™ proyektor bertenaga.
Masalah konvergensi Panel (di mana tiga panel LCD tidak menyelaraskan benar menghasilkan warna halo terlihat di sekitar setiap pixel) yang umum.
Panel LCD organik dan kehilangan kualitas gambar dari waktu ke waktu. Semakin sedikit mesin yang digunakan setiap hari, kurang dari masalah ini. Proyektor yang digunakan selama lebih dari delapan (8) jam sehari dapat menunjukkan masalah cukup cepat.
Proyektor DLP

Digital Light Processing atau yang disingkat dengan DLP pertama kali dikembangkan oleh Texas Instrument. Pada DLP, cahaya terlebih dahulu akan mengenai sebuah Color Filter berbentuk roda. Kemudian warna yang diperoleh akan mengenai Digital Micromirror Devices (DMD). Dari DMD inilah kemudian cahaya akan diproyeksikan dengan cara dipantulkan ke layar.
DMD adalah sebuah optical chip yang terdiri dari tiga lapis cermin-cermin mikro yang masing-masing lapisan dipisahkan oleh rongga udara yang memungkinkan cermin untuk miring sejauh -10 sampai +10 derajat. Kemiringan setiap cermin DMD akan diatur oleh sebuah chip khusus yang ada pada DMD. Cermin-cermin ini dapat bergerak membelokkan cahaya sampai 5000 kali per detik.
Keberadaan DMD membuat DLP hanya membutuhkan satu set optik saja. Kesederhanaan ini membuat proyektor DLP lebih ringkas dan ringan. Beratnya dapat mencapai kurang dari 250 gram.
Contrast Ratio dan struktur pixel DLP juga lebih baik. Hal ini disebabkan oleh sistem transmisive yang dimiliki oleh DLP. Meskipun pada beberapa sisi DLP lebih baik dari LCD, DLP juga memiliki kekurangan. Penggunaan colorwheel pada DLP mengurangi nilai brightness proyektor. Dari segi harga, proyektor DLP juga lebih mahal, sebab ongkos produksi yang dibutuhkannya memang tinggi.
DLP memiliki cara kerja yang sangat berbeda dengan LCD. Perbedaan lain juga terdapat pada cara DLP memberi warna pada cahaya yang lewat lampu proyektor. Cermin mikro pada chip DLP tidak memiliki warna yang spesifik untuk memberi warna pada gambar. Sehingga diperlukan filter warna (berupa lingkaran yang berisi warna-warna dasar merah, hijau dan biru) yang berputar dengan ritme tertentu dan tersinkronisasi dengan pergerakan cermin mikro. Cahaya yang tidak dipakai pada gambar akhir akan dibelokkan keluar dari jalur bias oleh cermin mikro. Proyektor hi-end ada yang membenamkan 3 chip DLP dalam perangkatnya. Tiap chip menangani warna dasar yang berbeda. Sehingga biasanya memiliki harga yang mahal (sekitar US$10.000-an keatas). Keunggulan teknologi DLP terdapat pada ringkasnya ruang cahaya yang diperlukan. Hal ini tentu mempengaruhi ukuran “bodi” proyektor. Selain itu, kontras warna yang dihasilkan proyektor DLP sangat baik dengan kualitas warna hitam yang lebih baik. Piksel yang terlihat pada gambar yang dihasilkan oleh proyektor LCD juga dapat diminimalisir dengan baik oleh teknologi DLP. Sedangkan kelemahan DLP terdapat pada lingkaran warna yang merupakan salah satu komponen pentingnya. Pada beberapa kasus, lingkaran warna ini dapat menghasilkan “efek pelangi”. Yaitu munculnya warna asing di luar 3 warna primer yang ada akibat kesalahan perputaran lingkaran warna.



DLP: 
Description: http://pgrisumbersari.files.wordpress.com/2012/01/proyektor-dlp.jpg
Kelebihan
Akurasi warna yang sempurna.
Kontras yang baik; jauh lebih besar dari teater film.
Baik detail bayangan.
Dapat memberikan kecerahan tinggi dibandingkan dengan kecerahan terbatas versi chip tunggal.
Kualitas gambar secara keseluruhan dianggap sebagai yang terbaik dari setiap jenis teknologi layar mikro.
Teknologi yang sama dengan proyektor dipasang di bioskop digital.
Teknologi digital murni.
Kekurangan:
Sangat mahal dibandingkan dengan teknologi lainnya. Harga mulai dari sekitar $ 20k.
Kontras yang lebih rendah dari versi chip tunggal.
Umumnya lebih besar dan selalu lebih keras daripada versi chip tunggal.
Lampu biasanya tidak bertahan lama.

Proyektor LCOS

Teknologi yang terakhir ini memanfaatkan keunggulan dua teknologi yang sudah hadir sebelumnya, yaitu LCD dan DLP. Teknologi LCOS lebih mudah diproduksi dan ringan dibandingkan LCD. Resolusi yang dihasilkan juga lebih baik dari LCD.
Bahkan resolusi teknologi ini d iperhitungkan dapat mencapai QXGA, yaitu 2048×1536 pixel. Sangat tinggi, bahkan yang tertinggi. Teknologi ini juga mengurangi artefak yang muncul pada LCD.
Selain itu, LCOS memiliki kontrol analog seperti layaknya LCD dengan gradasi warna yang lebih baik dibandingkan DLP. Contrast ratio teknologi ini juga lebih baik dibandingkan LCD meskipun tidak terlalu lebih baik dari DLP. Namun, nilai brightness-nya sejajar dengan LCD yang artinya lebih baik dari DLP.
Proyektor LCOS: 
Description: http://pgrisumbersari.files.wordpress.com/2012/01/proyektor-lcos.jpg


Kelebihan :
Resolusi LCoS cenderung mulai SXGA memungkinkan gambar definisi tinggi 720p asli yang akan ditampilkan.
Seperti LCD, mesin LCoS bisa sangat cerah.
Menawarkan sangat halus, gambar film seperti karena struktur pixel.
Saturasi warna yang bagus dan akurasi.
Kekurangan :
Dapat mahal, meskipun berdasarkan resolusi, biaya tidak lebih dari itu dari DLP ™ proyektor home theater.
Dead pixel lebih terlihat daripada dengan teknologi lain dan terjadi sesering dengan LCD.



Yang mau Softcopy-nya silahkan didownload
Office : Disini
Power Point : Disini

MANAJEMEN DISTRIBUSI DAN PERMASALAHANNYA

MANAJEMEN DISTRIBUSI DAN PERMASALAHANNYA

  

Disusun Oleh :

Mahendra Satyatama
24112384
Sistem Komputer
1KB04



Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Gunadarma
Depok
2014

KATA PENGANTAR

            Segala puji dan syukur saya ucapkan kepada tuhan yesus,karena atas kemurahannya saya masih diberi kesehatan dan kesempatan yang pada akhirnya saya dapat melakukan penulisan tugas “softskill management proyek dan resiko” dengan baik dan tepat waktu.
            Adapun tujuan dari penulisan proposal ini adalah untuk memenuhi nilai dari tugas yang diberikan oleh dosen softskill / kewirausahaan.
            Dalam proses penyusunan tugas ini saya menjumpai hambatan,namun berkat dukungan yang berupa materil dari beberapa sumber atau pihak,akhirnya saya dapat menyelesaikan tugas ini dengan cukup baik.oleh karena itu melalui kesempatan ini saya menyampaikan terimakasih kepada semua pihak terkait yang telah membantu terselesaikannya tugas ini.


Depok ,12-01-2014



Penyusun
Mahendra Satyatama

BAB I
PENDAHULUAN
Pengertian Manajemen

Manajemen adalah suatu proses dalam rangka mencapai suatu tujuan dengan bekerja bersama melalui orang-orang dan sumber daya organisasi lain.Proses dari manajemen meliputi:perencanaan,peng-organisasian,pengarahan,dan pengendalian.
Manajemen juga adalah  sebuah proses terpadu dimana individu-individu sebagai bagian dari organisasi yang dilibatkan untuk merencanakan, mengorganisasikan, menjalankan dan mengendalikan aktifitas, yang kesemuanya diarahkan pada sasaran yang telah ditetapkan dan berlangsung terus-menerus seiring dengan berjalannya waktu.
Agar proses manajemen berjalan dengan baik,diperlukan sistem serta struktur organisasi yang solid.Pada organisasi tersebut,seluruh aktifitasnya haruslah berorientasi pada pencapaian tujuan.Organisasi tersebut berfungsi sebagai tempat untuk menuangkan konsep,ide-ide manajemen.Jadi dapat dikatakan bahwa manajemen merupakan suatu rangkaian tanggung jawab yang berhubungan erat satu sama lainnya.

Pengertian Proyek
Sebuah proyek adalah suatu usaha atau aktifitas yang kompleks,tidak rutin,dibatasi oleh waktu,anggaran,sumber daya,dan spesifikasi performansi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen.Sebuah proyek juga dapat diartikan sebagai upaya atau aktifitas yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan,sasaran,dan harapan-harapan penting dengan menggunakan anggaran dana serta sumber daya yang tersedia yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu.Proyek selalu melibatkan ilmu pengetahuan dan teknologi,Senantiasa dibutuhkan pemberdayaan sumber daya yang tersedia,yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan,sasaran,dan harapan penting tertentu.Aktifitas atau kegiatan pada proyek merupakan sebuah mata rantai, yang dimulai sejak dituangkannya ide direncanakan kemudian dilaksanakan,sampai benar-benar memberikan hasil yang sesuai dengan perencanaannya semula.Proyek merupakan aktifitas yang bersifat temporer.Selalu ada pembatasan dalam pelaksanaannya dan juga dalam skala tertentu.
Jadi dapat kita simpulkan dari masing-masing pengertian manajemen dan proyek adalah apabila digabungkan menjadi,
Manajemen Proyek adalah kegiatan merencanakan,mengorganisasikan, mengarahkan dan mengendalikan sumber daya organisasi perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu dalam waktu tertentu dengan sumber daya tertentu pula.Manajemen proyek sangat cocok untuk suatu lingkungan bisnis yang menuntut kemampuan akuntansi,fleksibilitas,inovasi, kecepatan,dan perbaikan yang berkelanjutan.

Kegiatan proyek biasanya dilakukan untuk berbagai bidang antara lain sebagai berikut:
Pembangunan fasilitas baru.Artinya merupakan kegiatan yang benar-benar baru dan belum pernah ada sebelumnya, sehingga ada penambahan usaha baru.
Perbaikan fasilitas yang sudah ada. Merupakan kelanjutan dan usaha yang sudah ada sebelumnya. Artinya sudah ada kegiatan sebelumnya, namun perlu dilakukan tambahan atau perbaikan yang diinginkan.
Penelitian dan pengembangan. Merupakan kegiatan penelitian yang dilakukan untuk suatu fenomena yang muncul di masyarakat, lalu dikembangkan sedemikian rupa sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

B AB II
LANDASAN TEORI
Dalam prakteknya, timbulnya suatu proyek disebabkan oleh berbagai faktor antara lain:
Adanya permintaan pasar.Artinya adanya suatu kebutuhan dan keinginan dalam masyarakat yang harus disediakan.Hal mi disebabkan karena jenis produk yang tersedia belum mencukupi atau memang belum ada sama sekali.Untuk meningkatkan kualitas produk. Bagi perusahaan tertentu proyek dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas atau mutu suatu produk. Hal mi dilakukan karena tingginya tingkat persaingan yang ada.
Kegiatan pemerintah.Artinya merupakan kehendak pemerintah dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat atas suatu produk atau jasa,sehingga perlu disediakan berbagai produk melalui proyek-proyek tertentu.


Pengertian dan jenis resiko dalam proyek sistem informasi:
Ada banyak definisi tentang resiko,resiko dapat ditafsirkan sebagai bentuk keadaan ketidakpastian tentang suatu keadaan yang akan terjadi nantinya (future) dengan keputusan yang diambil berdasarkan berbagai pertimbangan pada saat ini. Manajemen resiko adalah proses pengukuran atau penilaian resiko serta pengembangan strategi pengelolaannya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan resiko kepada pihak lain, menghindari resiko, mengurangi efek negatif resiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi resiko tertentu. Manajemen resiko tradisional terfokus pada resiko-resiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian serta tuntutan hokum).(Wikipedia)
Manajemen resiko adalah rangkaian langkah-langkah yang membantu suatu perangkat lunak untuk memahami dan mengatur ketidak pastian (Roger S. Pressman).
Jenis Resiko Teknologi :
- tidak lengkapnya data(file)
- Sistem operasi tidak kompatibel, device tidak dikenal
- tidak tersedianya / tidak siapnya perangkat keras (mis: perangkat monitor,perangkat printer)
- Spesifikasi tidak memenuhi
- Kualitas Network yang kurang baik
- Browser, software tidak memenuhi

Contoh Manajemen Proyek dan Resiko
Contoh manajemen proyek diantaranya adalah : membangun sebuah gelanggang olahraga, mengelola penelitian berskala besar, melaksanakan pembedahan transplantasi organ tubuh, memasang lintas produksi, atau berjuang mendapatkan ijazah strata satu di suatu perguruan tinggi.

Contoh manajemen resiko diantaranya adalah :
Manajement Resiko Proyek pengelolaan “daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan pegawai” di departemen perhubungan.

Departemen perhubungan adalah sebuah perusahaan umum yang bekerja dalam bidang jasa.seperti pengiriman dan pengambilan barang (distribusi),bongkar muat kapal,dsb.oleh karena itu perusahaan ini sangat berpotensi untuk membangun bangsa di industri nasional maupun internasional.oleh karena itu perusahaan ini harus diperkuat oleh struktur secara organisasi maupun sistematis,dengan kata lain cara pengelolaan secara keseluruhan harus berjalan dengan maelalui prosedur yang baik.
Prosedur itu meliputi:
1.Anggaran:
Anggaran Personil
Dimana dalam hal anggaran personil ini masing-masing personil telah memiliki NPWP. Seorang risk management officer setingkat fresh graduated bisa memperoleh gaji yang berkisar antara Rp. 4.000.000,00 hingga Rp. 5.000.000,00. Sementara untuk jalur ODP akan memperoleh gaji berkisar antara Rp. 5.000.000,00 hingga Rp. 8.000.000,00 per bulannya. Sedangkan untuk sorang cleaning service memperoleh gaji upah UMR sebesar Rp. 3.800.000,00.Adanya  anggaran personil tambahan seperti anggaran tambahan jam kerja, anggaran jaminan kesehatan, dsb. Anggaran personil tambahan ini diperkirakan sebesar Rp. 12.000.000,00.
Anggaran Non-Personil
Biaya Transportasi sebesar Rp.50.000.000,00 untuk keluar pulau jawa tetapi untuk di pulau jawaRp. 20.000.000,00 dan untuk di Banten-Jakarta-Bandung sebesarRp. 15.000.000,00.
Biaya Rutin per-bulan (biaya telepon, sambungan internet, korespondensi, listrik, air, gas, keamanan, pemeliharaan, dsb) sebesarRp. 500.000.000,00 untuk seluruh kanto rcabang per daerah dan kantor pusat.
Biaya Pemanfaatan Peralatan dan Sewa ((sewaruangan (kerja/produksi, presentasi dan pelatihan), komputer, printer, kendaraan operasional, dsb) sebesarRp. 255.000.000,00  (Biaya Pemanfaatan sebesar Rp. 200.000,00 dan Biaya Sewa sebesar Rp.55.00.000,00).
Biaya belanja barang pakai habis (kertas, alattuliskantor, tinta printer, disket, CD/DVD, dsb) sebesa rRp. 10.000.000,00.
Biaya Penyusunan Laporan sebesar Rp. 5.000.000,00,termasuk SOP
Selain dalam hal anggaran ini memperhatikan anggaran untuk masalah internal sebuah perbankan maka perbankan juga harus memperhatikan masalah eksternaalnya seperti PPh dan PPN.
-Pajak Atas Pembelian Barang disini adalah Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sehubungan dengan pembayaran atas pembelian barang seperti komputer, meubeler, mobildinas, ATK dan barang lainnya oleh pemerintah kepada wajib pajak penyedia barang (Rekanan).
PemungutPPhPasal 22 dilakukanoleh :  
 Direktorat usaha dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sebagai pemungut pajak pada Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Instansi atau Lembaga Pemerintah dan lembaga-lembaga Negara lainnya berkenaan dengan pembayaran atas pembelian barang.


HASIL dan MANFAAT
Beberapa manfaat yang dapat dicapai melalui transparansi informasi tersebut, antara lain: (i) sebagai dasar penetapan keputusan-keputusan oleh pelaku pasar dan publik; (ii) meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan masyarakat atas lembaga perbankan nasional; (iii) memperlihatkan kemampuan PERUSAHAAN untuk memantau dan mengelolarisiko; dan (iv) mengurangi ketidak pastian pasar (market uncertainty) serta kesenjangani informasi (assymetric information).
Namun adapun hasil yang diperoleh dari kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan mengendalikan proyek e-banking iniantara lain: (1) adanya transparansi transaksi antar pihak bank dan pihak nasabah, (2) adanya kemudahan bagi para nasabah untuk melakukan transaksi melalui berbagai macam fasilitas aplikasi elektronik perbankan seperti m-banking, dan (3) pihak bank dapat mem per kecil resiko system sampai dengan resiko pengeluaran adminisator perbankan serta mengelola resiko dengan baik seperti meningkatkan system maintancedan system keamanan software bank.
PENUTUP
Kesimpulan:
manajemen proyek adalah,sesuatu hal yang terbiasa dilakukan atau dibuat oleh manusia.hanya saja diperlukan sedikit logika dan aturan-aturan yang khusus.yang dapat digambarkan menjadi suatu usaha yang harus dilakukan dari awal hingga akhir pada suatu kejadian (proyek) yang mempunyai batasan – waktu - anggaran – dan sumber daya yang dibutuhkan.yang pada akhirnya bertujuan untuk memuaskan para pelanggan.

Dan teori diatas juga didukung oleh teori dari DI Cleland dan Wr.King (1987),yang mengatakan “proyek merupakan gabungan dari berbagai sumber daya yang dihimpun dalam organisasi sementara untuk mancapai suatu tujuan tertentu







LAMPIRAN

 SUMBER::















Postingan Lebih Baru Postingan Lama