Tugas IBD

Merangkul Harapan untuk Lebih Baik

     Setiap manusia memiliki harapannya masing-masing, harapan ada untuk menjadikan keadaan setelahnya lebih baik dari sebelumnya. Manusia bebas memilih jalan untuk mewujudkan harapan apapun yang diinginkannya. Harapan akan datang disaat manusia mau berusaha walaupun terkadang harapan memaksa kita untuk berharap kepada siapapun dan apapun.

      Seorang mahasiswa berharap mendapat nilai bagus dari setiap mata kuliah, ayahnya berharap mendapat rezeki yang cukup untuk menghidupi keluarga, ibu berharap bisa membimbing anak-anaknya hingga kelak dewasa dan mandiri, adik kakak berharap orang disekitarnya menyayangi mereka. Tidak ada satu manusia pun yang tidak memiliki harapan. Tindakan bodoh seperti bunuh diri juga terbenam harapan, harapan untuk lepas dari masalah.

      Manusia mendayung dengan gigihnya dan terus berdoa, berdoa, berdoa, dan usaha hingga akhirnya mereka sampai di tujuan yaitu harapan yang terwujud. Harapan yang menjadikan mereka bahagia, harapan yang hadir untuk mereka syukuri.

     Terkadang atau sering sekali manusia gagal mewujudkan harapan, mengulang dari nol adalah pilihan sebagian orang, sebagian lagi mengulang dari bagian mana yang menyebabkan kegagalan dan sisanya memilih untuk berhenti mencoba.

     Kita tidak bisa menggaris besarkan mereka yang gagal berarti tidak punya harapan, mereka masih punya harapan dan hanya harapan itu saja, harapan yang tidak akan menghantarkan mereka ke bentuk nyata harapan tersebut.

     Walaupun manusia sangat dibolehkan memiliki harapan, tidak baik bila harapan itu terus datang, terus datang, dan terus menerus ada. Yang ada manusia itu akan letih mewujudkan harapan hingga akhirnya ia tidak akan bisa menikmati hasil dari harapan, dan itu sama dengan hasil berbentuk semu.

Keraguan Mahasiswa dalam Mengerjakan Tugas

     Tidak ada yang tidak bisa di dunia ini selagi kita mau menggarapnya dengan sungguh-sungguh. Apapun akan membuahkan hasil yang baik bila kita dengan tulus melaksanakan itu. Yang terpenting berusahalah dengan apapun yang ada, tanpa usaha kita tidak akan tahu dan mengerti hasilnya seperti apa. Namun jangan sekali-kali kita menyalahartikan arti usaha.

    Mahasiswa adalah kaum yang berintelektual, dalam kesehariannya tidak lepas dari yang namanya tugas dan tugas, untuk mengerjakan tugas yang diberikan diperlukan keseriusan untuk mengerjakan. Mereka yang serius umumnya akan mengerjakan dengan senang hati dan pasti optimis hasilnya adalah benar walau sesungguhnya mereka belum menguasai itu.

     Tidak semua Mahasiswa berkarakteristik seperti itu, tahun demi tahun berselang masih saja ada Mahasiswa yang tidak yakin bisa mengerjakan tugas walau sesungguhnya ia bisa. Ia mencoba mencari berbagai alibi yang beresistansi hingga akhirnya melimpahkan semua tugasnya itu kepada orang-orang terdekat atau sama sekali tidak mengerjakan.

     Keraguan seperti ini haruslah diatasi oleh mereka yang berjiwa ragu-ragu dan penakut, bila ingin meraih angan dan mimpinya. Memang terlintas dalam benak mereka kalimat-kalimat seperti saya tidak akan bisa atau saya pasti gagal. Pemikiran seperti ini bila diikuti, akan membawa mereka menuju titik dasar keputus asaan.

    Untuk mewujudkan Mahasiswa yang percaya diri penuh, bukan semata-mata bersumber dari dorongan kemauan Mahasiswa itu sendiri, perlu adanya peran disekitar mereka yang dengan sukarela membangun pondasi berupa motivasi dan tuntunan agar Mahasiswa tersebut mampu menyelesaikan itu. Siapapun boleh dituntun selama ia belum bisa berjalan sendiri tidak terkecuali Mahasiswa.

     Mahasiswa juga manusia, manusia sekarang yang berkehidupan serba modern, lebih condong untuk mengarungi permasalahan (Mahasiswa ragu baginya tugas adalah masalah) dengan instan. Ini bisa dibuktikan dengan banyaknya jasa pembuatan skiripsi, jasa pengetikan, hingga jasa pembuatan alat dalam tugas proyek.

     Kembali lagi, bahwasanya keraguan harus dibumi hanguskan dari diri sendiri. Bila dibiarkan ini akan menggerogoti tulang punggung kita dan memberi arti hidup dalam kerapuhan.

   
   

Postingan Lama