Perkembangan Pengertian dan Perbedaan LCD LED Plasma Proyektor DLP, LCD, dan LCoS

Perkembangan, Pengertian dan Perbedaan
Monitor LCD (Liquid Crystal Displays), LED (Light Emitting Diode), Plasma
Projector LCD (Liquid Crystal Displays), DLP (Digital Light Processing),

dan LcoS (Liquid Crystal on Silicone)

Monitor komputer adalah salah satu jenis soft-copy device, karena keluarannya adalah berupa sinyal elektronik, dalam hal ini berupa gambar yang tampil di layar monitor. Gambar yang tampil adalah hasil pemrosesan data ataupun informasi masukan. Monitor memiliki berbagai ukuran layar seperti layaknya sebuah televisi. Tiap merek dan ukuran monitor memiliki tingkat resolusi yang berbeda. Resolusi ini lah yang akan menentukan ketajaman gambar yang dapat ditampilkan pada layar monitor. Jenis-jenis monitor saat ini sudah sangat beragam, mulai dari bentuk yang besar dengan layar cembung, sampai dengan bentuk yang tipis dengan layar datar (flat).


Monitor LCD (Liquid Crystal Display)

Description: http://2.bp.blogspot.com/-RURvWilpBaQ/USDmXvqvHxI/AAAAAAAADC8/Z3_6cTeXCi8/s320/lcd-monitor.jpg
Monitor LCD (Liquid Crystal Display) adalah monitor yang di susun dengan menggunkan 'cairan cristal', sehingga menjadi bentuk yang ramping, dan memberikan efek pada display yaitu lebih banyak warna di bandingkan dengan monitor jadul (CRT). Cara kerja monitor LCD yakni kristal cair di dalamnya disusun seperti sandwich antara potongan kaca terpolarisasi. Lampu neon dibelakang panel memancarkan cahaya yang melewati substrat pertama. Muatan listrik membuat sel-sel kristal menyelaraskan nada yang berbeda memungkinkan cahaya untuk lulus melalui substrat kedua. Hasilnya adalah warna yang menakjubkan yang ditampilkan pada layar, jadi tidak ada tabung katoda, tidak ada lagi radiasi, tidak ada lebih banyak kepala atau sakit mata.
Kelebihan Monitor LCD 
Kualitas gambar lebih jernih dan tajam dari monitor CRT
Sinar yang dipancarkan oleh LCD tidak melelahkan mata
Konsumsi listrik lebih hemat
Kekurangan Monitor LCD 
Layar LCD cenderung lebih sensitif
Viewing angle terbatas, colour depth terbatas dan gradasi warna kurang
Tampilan gambar baik hanya di resolusi native-nya
Response time dan ghosting
Harga lebih mahal, perlu perawatan ekstra hati-hati dan dead pixel


Monitor LED (Light Emitting Diode)

Description: http://2.bp.blogspot.com/-qAABoxjwRoQ/USDnWMjd9YI/AAAAAAAADDE/mbjUFQHCp40/s320/Led-monitor.jpg
Monitor LED (Light Emitting Diode) memiliki teknologi yang sama dengan LCD dengan pengembangan lebih lanjut dari LCD yang memiliki efek display peningkatkan pada warna yang ditampilkan yaitu lebih banyak variasi warnanya. Karena penggunaan Light Emitting Diode sebagai back-sumber cahaya, dari sebelumnya monitor LCD menggunakan CCFL (Cold Cathode Fluorescent Lamp) sebagai sumber cahaya di belakang. Pada beberapa tipe LED memiliki fungsi dan fitur yang lebih lengkap dibandingkan LCD, seperti kemampuan digital touch screen, Digital TV internet, Digital TV tuner. Monitor LED mampu menghemat konsumsi listrik hingga 40 – 70% dibandingkan dengan LCD dengan kemampuan menghasilkan gambar yang sangat tajam.
Kelebihan Monitor LED 
Kontras gambar yang sangat tajam hingga jutaan pixels
Konsumsi listrik yang lebih hemat dibandingkan dengan LCD
Usia pemakaian LED lebih pajang
Ukuran yang lebih slim lebih ringan dari pada LCD
Pencahayaan lebih baik dibandingkan LCD

Kekurangan Monitor LED 
Harga lebih mahal dibandingkan LCD
Layar LED yang lebih tipis cenderung lebih sensitif



Monitor Plasma 
Description: http://3.bp.blogspot.com/-57UOWATpFnM/USDoeMg58QI/AAAAAAAADDM/bCB4uPBEJBc/s320/monitor-plasma.jpg

Monitor Plasma merupakan jenis monitor yang menggabungkan teknologi CRT dengan LCD. Dengan teknologi yang dihasilkan, mampu membuat layar dengan ketipisan menyerupai LCD dan sudut pandang yang dapat selebar CRT. Plasma adalah sebuah layar datar emisif dimana cahaya dihasilkan oleh fosfor yang tereksitasi oleh sebuah pelepasan muatan plasma antara dua layar datar. Gas yang dilepaskn tidak melepaskan merkuri. Monitor plasma (Panel Display Plasma) menggunakan warna penuh panel datar fosfor untuk menampilkan gambar-gambar, sehingga kombinasi dan reproduksi warnanya yang dihasilkan sangat baik dan interaktif. Meskipun demikian masih jarang yang menggunakan Monitor Plasma karena harganya yang cukup tinggi.


Kelebihan Monitor Plasma 
Display plasma hampir menyerupai kemampuan monitor CRT, dengan contrast ratio tinggi (10.000 : 1)
Reproduksi warna sangat baik dan level black rendah
Hampir tidak ada reponse time dan sudut pandang (viewing angle) sangat baik
Bentuk ramping

Kelemahan Monitor Plasma 
Harga relatif mahal
Memiliki ukuran pixel pitch yang besar
Memiliki bobot yang sangat besar
Konsumsi daya dan operasional suhu yang tinggi
Cell plasma untuk perwakilan tiap pixel gambar hanya memiliki fungsi on/off sehingga reproduksi warna jauh lebih terbatasi dibandingkan tipe CRT ataupun LCD








Proyektor
Proyektor adalah sebuah alat untuk membuat proyeksi. Biasanya digunakan sebagai alat bantu dalam kegiatan pembelajaran, perkantoran, maupun sebagai sarana entertaintment. Dalam kegiatan pembelajaran dan perkantoran sering digunakan sebagai sarana presentasi (memproyeksikan atau memperbesar bahan presentasi dari laptop atau personal computer ke layar/screen). Untuk media hiburan, proyektor biasanya digunakan untuk nonton bareng (nobar) dalam rangka piala dunia, melihat film, atau yang paling hangat dalam ingatan adalah menayangkan pernikahan Ibas-Aliya di lapangan supaya dapat disaksikan banyak orang. Fungsi dari proyektor adalah untuk memperbesar gambar sehingga dapat terlihat jelas pada layar yang disediakan.


Proyektor LCD
Bekerja berdasarkan prinsip pembiasan cahaya yang dihasilkan oleh panel-panel LCD. Panel ini dibuat terpisah berdasarkan warna-warna dasar, merah, hijau dan biru (R-G-B). Sehingga terdapat tiga panel LCD dalam sebuah proyektor. Warna gambar yang dikeluarkan oleh proyektor merupakan hasil pembiasan dari panel-panel LCD tersebut yang telah disatukan oleh sebuah prisma khusus. Gambar yang telah disatukan tersebut kemudian dilewatkan melalui lensa dan di”jatuh”kan pada layar sehingga dapat dilihat sebagai gambar utuh. Gambar yang dihasilkan proyektor LCD memiliki kedalaman warna yang baik karena warna yang dihasilkan olah panel LCD langsung dibiaskan lensa ke layar. Selain itu gambar pada proyektor LCD juga lebih tajam dibandingkan dengan hasil gambar proyektor DLP. Kelebihan lain dari LCD adalah penggunaan cahaya yang lebih efisien sehingga dapat memproduksi “ansi lumens” yang lebih tinggi dibandingkan proyektor dengan teknologi DLP. Sedangkan kelemahan teknologi LCD adalah besar piksel yang terlihat jelas di gambar. Ini yang menyebabkan teknologi LCD kurang cocok untuk memutar film karena akan terasa seperti melihat film dari balik mata yang terhalang “selaput katarak”. 






Proyektor LCD: 
Description: http://pgrisumbersari.files.wordpress.com/2012/01/proyektor_lcd.jpg

Kelebihan :
Bisa sangat terang bahkan dalam aplikasi home theater.
Model definisi tinggi yang benar adalah yang paling mahal dari setiap teknologi dengan model 720p mulai di bawah $ 2k.
Saturasi warna yang bagus.
Model Home theater biasanya kaya fitur.
1.000 lumen dan model yang lebih rendah biasanya akan memiliki lampu tahan lama.
Kekurangan :
Dead pixel umum.
Rasio kontras yang lebih rendah dibandingkan pada proyektor DLP ™.
Detil bayangan dan tingkat hitam absolut jatuh pendek dari DLP ™ proyektor bertenaga.
Masalah konvergensi Panel (di mana tiga panel LCD tidak menyelaraskan benar menghasilkan warna halo terlihat di sekitar setiap pixel) yang umum.
Panel LCD organik dan kehilangan kualitas gambar dari waktu ke waktu. Semakin sedikit mesin yang digunakan setiap hari, kurang dari masalah ini. Proyektor yang digunakan selama lebih dari delapan (8) jam sehari dapat menunjukkan masalah cukup cepat.
Proyektor DLP

Digital Light Processing atau yang disingkat dengan DLP pertama kali dikembangkan oleh Texas Instrument. Pada DLP, cahaya terlebih dahulu akan mengenai sebuah Color Filter berbentuk roda. Kemudian warna yang diperoleh akan mengenai Digital Micromirror Devices (DMD). Dari DMD inilah kemudian cahaya akan diproyeksikan dengan cara dipantulkan ke layar.
DMD adalah sebuah optical chip yang terdiri dari tiga lapis cermin-cermin mikro yang masing-masing lapisan dipisahkan oleh rongga udara yang memungkinkan cermin untuk miring sejauh -10 sampai +10 derajat. Kemiringan setiap cermin DMD akan diatur oleh sebuah chip khusus yang ada pada DMD. Cermin-cermin ini dapat bergerak membelokkan cahaya sampai 5000 kali per detik.
Keberadaan DMD membuat DLP hanya membutuhkan satu set optik saja. Kesederhanaan ini membuat proyektor DLP lebih ringkas dan ringan. Beratnya dapat mencapai kurang dari 250 gram.
Contrast Ratio dan struktur pixel DLP juga lebih baik. Hal ini disebabkan oleh sistem transmisive yang dimiliki oleh DLP. Meskipun pada beberapa sisi DLP lebih baik dari LCD, DLP juga memiliki kekurangan. Penggunaan colorwheel pada DLP mengurangi nilai brightness proyektor. Dari segi harga, proyektor DLP juga lebih mahal, sebab ongkos produksi yang dibutuhkannya memang tinggi.
DLP memiliki cara kerja yang sangat berbeda dengan LCD. Perbedaan lain juga terdapat pada cara DLP memberi warna pada cahaya yang lewat lampu proyektor. Cermin mikro pada chip DLP tidak memiliki warna yang spesifik untuk memberi warna pada gambar. Sehingga diperlukan filter warna (berupa lingkaran yang berisi warna-warna dasar merah, hijau dan biru) yang berputar dengan ritme tertentu dan tersinkronisasi dengan pergerakan cermin mikro. Cahaya yang tidak dipakai pada gambar akhir akan dibelokkan keluar dari jalur bias oleh cermin mikro. Proyektor hi-end ada yang membenamkan 3 chip DLP dalam perangkatnya. Tiap chip menangani warna dasar yang berbeda. Sehingga biasanya memiliki harga yang mahal (sekitar US$10.000-an keatas). Keunggulan teknologi DLP terdapat pada ringkasnya ruang cahaya yang diperlukan. Hal ini tentu mempengaruhi ukuran “bodi” proyektor. Selain itu, kontras warna yang dihasilkan proyektor DLP sangat baik dengan kualitas warna hitam yang lebih baik. Piksel yang terlihat pada gambar yang dihasilkan oleh proyektor LCD juga dapat diminimalisir dengan baik oleh teknologi DLP. Sedangkan kelemahan DLP terdapat pada lingkaran warna yang merupakan salah satu komponen pentingnya. Pada beberapa kasus, lingkaran warna ini dapat menghasilkan “efek pelangi”. Yaitu munculnya warna asing di luar 3 warna primer yang ada akibat kesalahan perputaran lingkaran warna.



DLP: 
Description: http://pgrisumbersari.files.wordpress.com/2012/01/proyektor-dlp.jpg
Kelebihan
Akurasi warna yang sempurna.
Kontras yang baik; jauh lebih besar dari teater film.
Baik detail bayangan.
Dapat memberikan kecerahan tinggi dibandingkan dengan kecerahan terbatas versi chip tunggal.
Kualitas gambar secara keseluruhan dianggap sebagai yang terbaik dari setiap jenis teknologi layar mikro.
Teknologi yang sama dengan proyektor dipasang di bioskop digital.
Teknologi digital murni.
Kekurangan:
Sangat mahal dibandingkan dengan teknologi lainnya. Harga mulai dari sekitar $ 20k.
Kontras yang lebih rendah dari versi chip tunggal.
Umumnya lebih besar dan selalu lebih keras daripada versi chip tunggal.
Lampu biasanya tidak bertahan lama.

Proyektor LCOS

Teknologi yang terakhir ini memanfaatkan keunggulan dua teknologi yang sudah hadir sebelumnya, yaitu LCD dan DLP. Teknologi LCOS lebih mudah diproduksi dan ringan dibandingkan LCD. Resolusi yang dihasilkan juga lebih baik dari LCD.
Bahkan resolusi teknologi ini d iperhitungkan dapat mencapai QXGA, yaitu 2048×1536 pixel. Sangat tinggi, bahkan yang tertinggi. Teknologi ini juga mengurangi artefak yang muncul pada LCD.
Selain itu, LCOS memiliki kontrol analog seperti layaknya LCD dengan gradasi warna yang lebih baik dibandingkan DLP. Contrast ratio teknologi ini juga lebih baik dibandingkan LCD meskipun tidak terlalu lebih baik dari DLP. Namun, nilai brightness-nya sejajar dengan LCD yang artinya lebih baik dari DLP.
Proyektor LCOS: 
Description: http://pgrisumbersari.files.wordpress.com/2012/01/proyektor-lcos.jpg


Kelebihan :
Resolusi LCoS cenderung mulai SXGA memungkinkan gambar definisi tinggi 720p asli yang akan ditampilkan.
Seperti LCD, mesin LCoS bisa sangat cerah.
Menawarkan sangat halus, gambar film seperti karena struktur pixel.
Saturasi warna yang bagus dan akurasi.
Kekurangan :
Dapat mahal, meskipun berdasarkan resolusi, biaya tidak lebih dari itu dari DLP ™ proyektor home theater.
Dead pixel lebih terlihat daripada dengan teknologi lain dan terjadi sesering dengan LCD.



Yang mau Softcopy-nya silahkan didownload
Office : Disini
Power Point : Disini

Posting Lebih Baru Posting Lama

2 Responses to “Perkembangan Pengertian dan Perbedaan LCD LED Plasma Proyektor DLP, LCD, dan LCoS”